Topik: "Website Desa"

Selamat datang di halaman kategori "Website Desa" pada web FormatAdministrasiDesa!

Apakah Anda sedang mencari "Website Desa"?


💡PETUNJUK PENCARIAN: Untuk menemukan informasi spesifik yang Anda cari, silakan pilih artikel dibawah ini, atau bisa juga KETIK kata kunci pada kotak pencarian cepat di bawah ini!!!

Sistem Informasi Desa (SID) adalah sistem yang didukung oleh perangkat keras, perangkat lunak, jaringan, dan sumber daya manusia untuk mengelola serta menyediakan data dan informasi yang berkaitan dengan desa dan pembangunan kawasan perdesaan.

Dalam Pasal 86 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024, Pemerintah dan Pemerintah Daerah diwajibkan mengembangkan sistem informasi Desa dan pembangunan kawasan perdesaan. Desa berhak memperoleh akses informasi melalui sistem informasi Desa yang dikembangkan oleh Pemerintah Daerah kabupaten/kota, sedangkan pengelolaan sistem informasi Desa dilakukan oleh Pemerintah Desa dan dapat diakses oleh masyarakat Desa setempat.

Karena itu, SID tidak tepat dipahami semata-mata sebagai website desa. Website dapat menjadi salah satu bagian atau media publikasi dalam ekosistem SID, tetapi SID memiliki cakupan yang lebih luas, meliputi data Desa, data pembangunan Desa, data kawasan perdesaan, serta informasi lain yang berkaitan dengan pembangunan Desa dan kawasan perdesaan.

Artikel ini membahas pengertian, dasar hukum, perbedaan SID dengan website desa biasa, tujuan, fungsi, fitur yang umumnya tersedia pada aplikasi SID, manfaat, tahapan implementasi, kebutuhan infrastruktur, hingga hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum memilih platform SID.




Ilustrasi Sistem Informasi Desa (SID) sebagai pusat kendali digital pemerintahan desa di Indonesia. Tampilan dashboard digital mengintegrasikan data kependudukan, administrasi dan persuratan, keuangan desa, perencanaan pembangunan, pelayanan publik, serta informasi desa dalam satu ekosistem SID. Visual menampilkan perangkat pemerintah desa dan masyarakat yang menggunakan teknologi digital untuk mendukung pengelolaan data, administrasi, pelayanan warga, transparansi, dan pembangunan desa. Dan bagian paling bawah ada brand FORMAT ADMINISTRASI DESA (FormatAdministrasiDesa.com). Konsep ini menggambarkan penerapan teknologi dalam mewujudkan pemerintahan desa yang lebih terintegrasi, informatif, dan mudah diakses.
Infografis/Ilustrasi Sistem Informasi Desa (SID) mengintegrasikan data, administrasi, keuangan, pembangunan, pelayanan publik, dan informasi desa dalam satu ekosistem digital pemerintahan desa. | Gambar oleh: www.formatadministrasidesa.com




Berdasarkan Pasal 10 Permendes PDT Nomor 16 Tahun 2025, Pemerintah Desa dapat mempublikasikan fokus penggunaan Dana Desa melalui berbagai media yang mudah diakses masyarakat.

Media publikasi yang disebutkan dalam peraturan tersebut meliputi:

  • baliho;
  • papan informasi desa;
  • media elektronik;
  • media cetak;
  • media sosial;
  • website desa;
  • pengeras suara di ruang publik; dan
  • media publikasi lainnya sesuai kondisi desa.

Artinya, regulasi tidak membatasi publikasi hanya melalui baliho atau banner. Pemerintah Desa memiliki ruang berinovasi untuk memilih media yang paling efektif sesuai karakteristik wilayah dan masyarakatnya.

Lantas, media apa yang paling efektif untuk diterapkan di Desa Anda? Apa saja keunggulan dan kekurangan masing-masing media publikasi tersebut?

Artikel ini akan menjawab tuntas seluruh pertanyaan-pertanyaan tersebut dan memberikan rekomendasi praktik terbaik yang dapat anda terapkan di Desa.




Media Publikasi Fokus Penggunaan Dana Desa sesuai Permendes antara lain: Baliho, Papan Informasi Desa, Media Elektronik, Media Cetak, Media Sosial, Website Desa, Pengeras Suara di Ruang Publik, Media Publikasi Lainnya sesuai Kondisi Desa
Infografis Utama: Berbagai media publikasi Dana Desa di kantor desa seperti papan informasi, website desa, media sosial, hingga pengeras suara sesuai Permendes PDT Nomor 16 Tahun 2025 | Gambar oleh: www.formatadministrasidesa.com




Berdasarkan Pasal 10 Permendes PDT Nomor 16 Tahun 2025, Pemerintah Desa wajib mempublikasikan fokus penggunaan Dana Desa sejak APB Desa ditetapkan. Publikasi dana desa tersebut paling sedikit harus memuat nama kegiatan, lokasi kegiatan, dan besaran anggaran. Publikasi dapat dilakukan melalui sistem informasi desa dan/atau berbagai media publikasi yang mudah diakses masyarakat.

Dengan kata lain, publikasi tersebut bukan sekadar memasang baliho. Yang terpenting adalah informasi yang disampaikan lengkap, mudah dipahami, dan dapat diakses oleh masyarakat.




Cara Publikasi Fokus Penggunaan Dana Desa Sesuai Permendes PDT Nomor 16 Tahun 2025
Infografis Utama: Panduan Publikasi Fokus Penggunaan Dana Desa yang Benar | Gambar oleh: www.formatadministrasidesa.com




Formatadministrasidesa.com | Dalam video ini memuat materi presentasi mengenai contoh Rancang Bangun Sistem Informasi Desa Berbasis Web.

Desa yang dijadikan sampel dalam perancangan program sistem informasi ini adalah Desa Batuatas Barat, Kecamatan Batuatas, Kabupaten Buton Selatan.

Untuk diketahui bahwa video presentasi ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Sistem Informasi Manajamen (SIM), Pra UTS di Kampus Admin saat ini, yakni Kampus Universitas Mercu Buana Yogyakarta.

FORMAT-ADMINISTRASI-DESA.BLOGSPOT.COM | Astra dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Astra x Kemendesa PDTT) kembali akan menyelenggarakan acara Virtual Kick Off Desa Sejahtera Astra 2020 dengan mengangkat tema "Desa Digital di Era New Normal". Mau tahu bagaimana cara mendaftar Webinar Talk : 'Desa Digital di Era New Normal' 2020 dan detail jadwal acaranya? Berikut ini ulasannya!

RAB SID - Apakah Sobat Desa mencari contoh RAB Sistem Informasi Desa terbaru sesuai format RAB dalam Aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes)? Artikel ini akan membantu Sobat Desa yang membutuhkan contoh RAB Kegiatan Sistem Informasi Desa (SID) beserta detail penjelasannya. 

Sebagaimana kita ketahui bahwa salah satu Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) yang harus disusun atau dibuat oleh PKA (Pelaksana Kegiatan Anggaran) di Desa adalah Rencana Anggaran Biaya, atau biasa disingkat RAB. Dan salah satu RAB yang akan kita ulas adalah mengenai contoh format RAB Kegiatan Pengembangan Sistem Informasi Desa, atau biasa disingkat RAB SID sesuai dengan bentuk format RAB yang ada pada Aplikasi Siskeudes (Sistem Keuangan Desa) versi 2.0 atau versi tahun 2019.


Disamping itu, Kami ingin menegaskan juga di awal bahwa, Kami tidak akan membahas mengenai tutorial cara input RAB Siskeudes 2019. Namun akan lebih fokus untuk mengulas dan membagikan mengenai detail Contoh RAB Sistem Informasi Desa sesuai format RAB yang ada dalam Aplikasi Siskeudes terbaru tersebut. 


Sederhananya, Kami telah membuat suatu format dalam bentuk file Microsoft Excel (Xls) dan PDF sesuai format RAB Siskeudes. Dan kabar baiknya adalah Sobat Desa dapat mendownload file atau format RAB tersebut dengan gratis (free) dan mudah. Namun
 sebelum itu, Kami sarankan Sobat Desa dapat menyimak step by step apa-apa saja yang akan Kami review pada artikel ini. Okay?

Artikel "RAB Sistem Informasi Desa" ini adalah tanggapan Blog format-administrasi-desa.blogspot.com kepada Sobat Desa yang sudah request agar Kami segera membuat artikel tentang ini. Itulah alasan Kami mengapa Kami menerbitkan artikel ini.

Untuk artikel-artikel berikutnya, Sobat Desa dapat memberi Kami usul, saran, atau masukan mengenai topik apa saja yang perlu Kami ulas dan bagikan ke Sobat Desa semua. Silahkan Sobat Desa sampaikan kepada Kami. Ya,  tentu itu sangat Kami apresiasi. 

UNTUK lebih mengapresiasi peran pentingnya blog/website desa, Pemerintah diimbau perlu meningkatkan partisipasi dan inovasi dalam penyelenggaraan festival lomba website desa terbaik se-Indonesia. Penuturan ini disampaikan oleh Founder Blog Format Administrasi Desa, La Ode Muhamad Fiil Mudawat.

Ketika dihubungi melalui ponsel selular-nya, Senin (01/07), pria yang akrab disapa Bung Fiil ini mengatakan, program kontes/festival lomba website desa terbaik se-Indonesia perlu di-optimal-kan kembali oleh Pemerintah. Pasalnya menurut Bung Fiil, ajang perlombaan ini sangat penting dengan tujuan untuk memberikan reward (baca juga: penghargaan) kepada website desa yang berprestasi. 

"Reward untuk website desa atau blog desa itu sangat perlu di era digital sekarang ini. Perlu ada semacam contoh web desa terbaik atau website desa percontohan. Bukankah peran situs web desa di Internet luar biasa?," 

"Seperti kita ketahui, pembaca web desa, khususnya warga desa sangat terbantu dengan itu. Tapi pernahkah kita membayangkan sosok dibalik layar website desa yang kita baca itu? Disitu ada perjuangan, ada tenaga, ada waktu, ada repotnya memperbaiki dan mengotak-atik atau mengubah desain template web desa yang error, hosting dan lain-lain. Semuanya dikorbankan untuk dapat menyajikan informasi tentang desa dengan baik," kata Bung Fiil.